Beranda arrow Berita arrow Pemilu arrow Pokja Pemantau: Bawaslu Bubar Saja
Mar 12
Friday

PRESS Release JPPR

Pengumuman DPT di TPS

Friday, 17 July 2009 | Ramdan Wibisana

HASIL PANTAUAN PENGUMUMAN DPT DI TPS Pemilu telah hampir usai dilaksanakan, Dan masih menyisakan beberapa tahapan selanjutanya. Proses pemungutan dan penghitungan di tingkat TPS telah selesai...
Read More...

Artikel

ANATOMI KEKISRUHAN DPT

Thursday, 16 April 2009 | Ramdan Wibisana

Oleh Irvan Mawardi* Mungkinkah ada pemilu ulang? Tiba-tiba pertanyaan ini menyeruak akhir-akhir ini di tengah publik seiring dengan semakin banyaknya muncul penyimpangan dan kecurangan dalam...
Read More...

Komentar Terbaru

Partai Demokrasi Indonesia...
daftar
gmn nih say mau daftar jadi kader pdip
04/03/10 22:10 More...
By riski

Warga Jakarta Mencontreng,...
:( javascript:mxc_smilie(':?') ya...
29/01/10 19:52 More...
By ivon

Pemilihan Gubernur tidak...
Pilgub tak langsung; keputusasaan!
Sebaiknya Pemilukada tak langsung jgn...
18/01/10 09:03 More...
By Bosman Sultra

Sebutan Calon Independen...
makash
terima kasih atas informasinya :)
14/01/10 13:42 More...
By bayu ardiansyah

Depdagri-DPR Bahas Jadwal...
jadwal pilkada
Bisa minta bantuan jadwal pilkada...
01/01/10 22:10 More...
By Budi HS

Download Terbaru

Dec.22
Downloads
FileDeepening Democracy In Indonesia
Dec.16
Downloads
FileContoh Surat Suara DPD Pemilu 2009
Dec.16
Downloads
FileContoh Surat Suara DPR Pemilu 2009
Dec.16
Downloads
FileContoh Surat Suara DPRD Propinsi Pemilu 2009
Dec.15
Downloads
FileLAPORAN HASIL KAJIAN TENTANG PENGAWASAN DALAM PEMILU DAN PILKADA DI INDONESIA
Pokja Pemantau: Bawaslu Bubar Saja PDF Cetak E-mail

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai tak lagi layak dipertahankan. Sejumlah lembaga pemantau pemilu mengusulkan agar Bawaslu dibubarkan. Berbagai ketidakberesan penyelenggaraan pemilu, salah satunya karena lemahnya pengawasan Bawaslu.

Pernyataan ini disampaikan Pokja Pemantau Penyelenggara Pemilu, Kamis (13/8) di Jakarta.

"Bawaslu sangat mungkin diutak-atik. Pengalaman di luar negeri, lembaga panwas tidak ada. Ke depannya, tidak perlu lagi ada Bawaslu," ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, Daniel Zuchron.

Sebagai lembaga negara yang segala sesuatunya difasilitasi anggaran negara, output kerja Bawaslu dinilai tak sepadan. "Dana Bawaslu itu menghabiskan Rp 2 triliun. Tapi pemilu ini hasilnya diberikan catatan oleh MK," kata dia. 

Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampouw sependapat, keberadaan Bawaslu tak cukup efektif untuk mendorong pelaksanaan pemilu yang demokratis. Selama ini, lembaga yang dipimpin Nur Hidayat Sardini itu dinilai lebih banyak bergerak di luar wilayahnya.

"Pemilu 2009 menunjukkan kita tidak perlu lagi lembaga pengawas. Jaringan Bawaslu diperluas sampai ke desa, tapi pengawasannya tidak ada. Pengawas lebih banyak teriak-teriak diluar. Tapi ibarat anjing menggonggong, kafilah berlalu," kata Jeirry.

Jika lembaga pengawas tak ada, siapa yang akan mengawal kerja penyelenggara pemilu? Jeirry mengatakan, pengawasan bisa diserahkan kepada masyarakat dan pemantau. Akan tetapi, mekanismenya seperti apa, menurutnya, bisa ditemukan solusi terbaik.

Sumber : www.kompas.com


15-08-2009 01:28
This entry was posted on 15-08-2009 01:28. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment. Last update on 15-08-2009 01:28
Views: 945    
Users' Comments (0)RSS feed comment
Average user rating
   (0 vote)

Comment an article
  Name
  E-mail
   Title
Available characters: 600
 Notify me of follow-up comments
This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

No comment posted



mXcomment 1.0.4 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Beranda arrow Berita arrow Pemilu arrow Pokja Pemantau: Bawaslu Bubar Saja